ECOLOGY
Chapter 1
by Purwaning Rohmah/BIO off A 2015 UM
ENVIRONMENTAL FACTORS
Environmental factors are divided into 2 types, there are abiotic factor and biotic factor.
- Abiotic Factor
Faktor abiotik yaitu faktor-faktor tak hidup—semua faktor kimiawi dan fisik, seperti suhu, cahaya, air, dan nutrien yang memengaruhi distribusi dan kelimpahan organisme. Sebagian besar faktor abiotik bervariasi seturut ruang dan waktu. Walaupun di 2 wilayah bumi yang berbeda mempunyai kondisi yang berbeda pula, fluktuasi harian dan tahanan faktor-faktor abiotik dapat mengaburkan atau mempertegas perbedaan-perbedaan regionalnya.
Begon (1996) membedakan faktor abiotik menjadi 2 kategori, yaitu kondisi dan sumber daya. Yang dimaksud dengan kondisi adalah faktor-faktor lingkungan abiotik yang keadaannya berbeda dan berubah sesuai dengan perbedaan tempat dan waktu. Kondisi lingkungan direspon oleh hewan, artinya hewan bereaksi terhadap kondisi lingkugan yang ada. Reaksi itu bukan reaksi untuk memakan atau menggunakannya, melainkan perubahan-perubahan morfologi, fisiologi, atau tingkah laku. Kondisi lingkungan antara lain terdiri dari temperatur, kelembapan, pH, salinitas, arus air dan angin, tekanan , dan zat-zat organik, serta zat organik.
Sumber daya adalah segala sesuatu yang dikonsumsi oleh organisme. Kata dikonsumsi tidak berarti hanya dimakan, tetapi juga berarti dimanfaatkan. Kondisi lingkungan tidak habis ketika direspons oleh organisme, tetapi sumber daya habis setelah dikonsumsi atau dimanfaatkan oeh organisme. Sumber daya dapat dibedakan menjadi materi, energi, dan ruang.
Materi adalah bahan-bahan atau zat-zat yang diperlukan oleh organisme untuk membangun tubuh. Materi itu berupa suhu, sinar matahari, zat anorganik (misalnya: air, salinitas, bebatuan dan tanah), dan zat-zat organik (misalnya: tubuh organisme lain dan sisa-sisa tubuh makhluk hidup yang sudah mati).
Suhu merupakan faktor penting karena efeknya terhadap proses-proses bilogis. Sel-sel dapat pecah jika air di dalamnya membeku (suhu <0 celcius), dan protein banyak organisme dapat terdenaturasi pada suhu45 celcius. Metabolisme aktif dapat berfungsi optimal di suhu lingkungan, hanya sedikit yang dapat bertahan pada suhu yang sangat rendah/ sangat tinggi.
Materi adalah bahan-bahan atau zat-zat yang diperlukan oleh organisme untuk membangun tubuh. Materi itu berupa suhu, sinar matahari, zat anorganik (misalnya: air, salinitas, bebatuan dan tanah), dan zat-zat organik (misalnya: tubuh organisme lain dan sisa-sisa tubuh makhluk hidup yang sudah mati).
- Suhu
- Sinar Matahari

- Air

- Salinitas

- Bebatuan dan Tanah
Energi adalah daya yang diperlukan oleh organisme untuk menjalankan aktivitas hidup. Cahaya matahari merupakan energi utama yang diperlukan oleh makhluk hidup. Energi cahaya ditransformasikan oleh tumbuhan hijau menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam karbohidrat pada waktu terjadi proses fotosintesis. Beberapa hewan dapat memanfaatkan energi lain, misalnya: burung elang menggunakan energi angin untuk melayang tanpa mengepakkan sayap. Manusia dapat memanfaatkan energi cahaya, panas bumi, nuklir, angin, arus dan gelombang air, fosil (batubara dan minyak bumi), dan tenaga hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ruang adalah tempat yang digunakan oleh organisme untuk menjalankan siklus hidupnya. Sumber daya ruang itu dapat berupa substrat untuk berpijak, sebidang tanah untuk membuat rumah, cabang pohon untuk membuat rumah sarang.
2. Biotic Factor
Faktor biotik yaitu faktor-faktor hidup—semua organisme yang merupakan bagain dari lingkungan individu. Jika perilaku tidak membatasi distribusi spesies, maka selanjutnya muncul pertanyaan "apakah faktor-faktor biotik (spesies lain) yang mempengaruhi/ memberikan batasan. Batasan tersebut diakibatkan oleh interaksi negatif dengan organisme lain dalam bentuk pemangsaan, parasitisme, atau kompetisi. Predator dan herbivor adalah contoh umum yang membatasi distribusi spesies. Dalam bahasa sederhana, organisme yang memakan dapat membatasi distribusi organisme yang dimakan. Pada suatu kasus di ekosistem laut, terjadi hubungan berbanding terbalik antara kelimpahan bulu babi dengan rumput laut. Interaksi ini dapat diuji coba dengan "penyingkiran dan penambahan" yaitu dengan percobaan lapangan manipulatif.
Selain pemangsaan dan herbivori, keberadaan sumber makanan, parasit, patogen, dan organisme pesaing berindak sebagai pembatas biotik terhadap distribusi spesies.

Predator Herbivore
Daftar Rujukan
Ruang adalah tempat yang digunakan oleh organisme untuk menjalankan siklus hidupnya. Sumber daya ruang itu dapat berupa substrat untuk berpijak, sebidang tanah untuk membuat rumah, cabang pohon untuk membuat rumah sarang.
2. Biotic Factor
Faktor biotik yaitu faktor-faktor hidup—semua organisme yang merupakan bagain dari lingkungan individu. Jika perilaku tidak membatasi distribusi spesies, maka selanjutnya muncul pertanyaan "apakah faktor-faktor biotik (spesies lain) yang mempengaruhi/ memberikan batasan. Batasan tersebut diakibatkan oleh interaksi negatif dengan organisme lain dalam bentuk pemangsaan, parasitisme, atau kompetisi. Predator dan herbivor adalah contoh umum yang membatasi distribusi spesies. Dalam bahasa sederhana, organisme yang memakan dapat membatasi distribusi organisme yang dimakan. Pada suatu kasus di ekosistem laut, terjadi hubungan berbanding terbalik antara kelimpahan bulu babi dengan rumput laut. Interaksi ini dapat diuji coba dengan "penyingkiran dan penambahan" yaitu dengan percobaan lapangan manipulatif.
Selain pemangsaan dan herbivori, keberadaan sumber makanan, parasit, patogen, dan organisme pesaing berindak sebagai pembatas biotik terhadap distribusi spesies.

Predator Herbivore

Competition
Daftar Rujukan
Campbell. 2010. Biologi Edisi kelima
Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
sudah sangat baik dan lengkap.. terimakasih..
BalasHapusTerimakasih itin atas komentarnya :)
Hapus