Rabu, 25 Januari 2017

ECOLOGY

Chapter 1
by Purwaning Rohmah/BIO off A 2015 UM

ENVIRONMENTAL FACTORS



            Environmental factors are divided into 2 types, there are abiotic factor and biotic factor.

  1. Abiotic Factor       

              Faktor abiotik yaitu faktor-faktor tak hidupsemua faktor kimiawi dan fisik, seperti suhu, cahaya, air, dan nutrien yang memengaruhi distribusi dan kelimpahan organisme. Sebagian besar faktor abiotik bervariasi seturut ruang dan waktu. Walaupun di 2 wilayah bumi yang berbeda mempunyai kondisi yang berbeda pula, fluktuasi harian dan tahanan faktor-faktor abiotik dapat mengaburkan atau mempertegas perbedaan-perbedaan regionalnya.
            Begon (1996) membedakan faktor abiotik  menjadi 2 kategori, yaitu kondisi dan sumber daya. Yang dimaksud dengan kondisi adalah faktor-faktor lingkungan abiotik yang keadaannya berbeda dan berubah sesuai dengan perbedaan tempat dan waktu. Kondisi lingkungan direspon oleh hewan, artinya hewan bereaksi terhadap kondisi lingkugan yang ada. Reaksi itu bukan reaksi untuk memakan atau menggunakannya, melainkan perubahan-perubahan morfologi, fisiologi, atau tingkah laku. Kondisi lingkungan antara lain terdiri  dari temperatur, kelembapan, pH, salinitas, arus air dan angin, tekanan , dan zat-zat organik, serta zat organik.
       Sumber daya adalah segala sesuatu yang dikonsumsi oleh organisme. Kata dikonsumsi tidak berarti hanya dimakan, tetapi juga berarti dimanfaatkan. Kondisi lingkungan tidak habis ketika direspons oleh organisme, tetapi sumber daya habis setelah dikonsumsi atau dimanfaatkan oeh organisme. Sumber daya dapat dibedakan menjadi materi, energi, dan ruang. 
         Materi adalah bahan-bahan atau zat-zat yang diperlukan oleh organisme untuk membangun tubuh. Materi itu berupa suhu, sinar matahari, zat anorganik (misalnya: air, salinitas, bebatuan dan tanah), dan zat-zat organik (misalnya: tubuh organisme lain dan sisa-sisa tubuh makhluk hidup yang sudah mati). 

  • Suhu

Suhu merupakan faktor penting karena efeknya terhadap proses-proses bilogis. Sel-sel dapat pecah jika air di dalamnya membeku (suhu <0 celcius), dan protein banyak organisme dapat terdenaturasi pada suhu45 celcius. Metabolisme aktif dapat berfungsi optimal di suhu lingkungan, hanya sedikit yang dapat bertahan pada suhu yang sangat rendah/ sangat tinggi.
  • Sinar Matahari
Hasil gambar untuk sunlight
Sinar matahari diserap oleh organisme fotosintetik untuk menyediakan energi yang merupakan pendorong kebanyakan ekosistem. Sisnar matahari yang terlalu sedikit dapat membatasi distribusi spesies fotosintetik. Di hutan, naungan oleh dedaunan di pucuk pohon menjadikan kompetisi memperebutkan sinar, terutama untuk semaian yang baru tumbuh di bagian lantai hutan. Sebagaian besar fotosintesis di lingkungan akuatik terjadi dibagian permukaan air. Terlalu banyak sinar matahari juga dapat meningkatkan suhu sehingga dapat berpengaruh pada proses metabolisme.
  • Air
Hasil gambar untuk water
Variasi ketersediaan air di habitat yang berbeda merupakan faktor yang penting pula. Organisme di pesisir dapat mengering saat pasang surut, organisme dapat menghadapi ancaman desikasi, dan distribusi spesies darat mencerminkan kemampuan  memperoleh dan mengonservasikan air.
  • Salinitas
Hasil gambar untuk kadar garam
Kadar garam air lingkungan mempengaruhi keseimbangan air organisme melalui osmosis. Kebanyakan organisme akuatik hidup terbatas di habitat berarir tawar atau berair asin karena mempunyai kemampuan terbatas untuk osmoregulasi. Organisme dapat mengekskresikan garam berlebih dari kelenjar usus atau dalam feses. Namun pada daratan bersalinitas tinggi, umumnya hanya dihuni sedikit spesies.
  • Bebatuan dan Tanah
pH, komposisi mineral, dan struktur fisik bebatuan dan tanah membatasi distribusi tumbuhan, dan berarti juga distribusi hewan pemakan tumbuhan. Sehingga hal-hal tersebut membuat ketidakseragaman ekosistem darat. pH tanah dan air dapat membatasi distribusi organisme secara langsung, melalui kondisi asam atau basa ekstrem, atau secara tidak langsung, melalui keterlarutan nutrien dan toksin.

            Energi adalah daya  yang diperlukan oleh organisme untuk menjalankan aktivitas hidup. Cahaya matahari merupakan energi utama yang diperlukan oleh makhluk hidup. Energi cahaya ditransformasikan oleh tumbuhan hijau menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam karbohidrat pada waktu terjadi proses fotosintesis. Beberapa hewan dapat memanfaatkan energi lain, misalnya: burung elang menggunakan energi angin untuk melayang tanpa mengepakkan sayap. Manusia dapat memanfaatkan energi cahaya, panas bumi, nuklir, angin, arus dan gelombang air, fosil (batubara dan minyak bumi), dan tenaga hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
          Ruang adalah tempat yang digunakan oleh organisme untuk menjalankan siklus hidupnya. Sumber daya ruang itu dapat berupa substrat untuk berpijak, sebidang tanah untuk membuat rumah, cabang pohon untuk membuat rumah sarang.


      2. Biotic Factor 


             Faktor biotik yaitu faktor-faktor hidupsemua organisme yang merupakan bagain dari lingkungan individu. Jika perilaku tidak membatasi distribusi spesies, maka selanjutnya muncul pertanyaan "apakah faktor-faktor biotik (spesies lain) yang mempengaruhi/ memberikan batasan. Batasan tersebut diakibatkan oleh interaksi negatif dengan organisme lain dalam bentuk pemangsaan, parasitisme, atau kompetisi. Predator dan herbivor adalah contoh umum yang membatasi distribusi spesies. Dalam bahasa sederhana, organisme yang memakan dapat membatasi distribusi organisme yang dimakan. Pada suatu kasus di ekosistem laut, terjadi hubungan berbanding terbalik antara kelimpahan bulu babi dengan rumput laut. Interaksi ini dapat diuji coba dengan "penyingkiran dan penambahan" yaitu dengan percobaan lapangan manipulatif.
              Selain pemangsaan dan herbivori, keberadaan sumber makanan, parasit, patogen, dan organisme pesaing berindak sebagai pembatas biotik terhadap distribusi spesies.



Hasil gambar untuk preys                 Gambar terkait
Predator                                                               Herbivore



Hasil gambar untuk prey competition
Competition



Daftar Rujukan
Campbell. 2010. Biologi Edisi kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga.